Ada satu hal yang bikin kamar mandi kelihatan kusam meskipun sebenarnya sudah sering dibersihkan: kerak.
Awalnya mungkin cuma sedikit. Ada noda putih di sekitar keran, bagian lantai terlihat agak kusam, atau muncul bercak di dinding. Karena masih tipis, biasanya kita cuekin.
“Ah, nanti juga dibersihin.”
Masalahnya, “nanti” kadang berubah jadi berhari-hari. Lama-lama kerak makin tebal dan waktu mau dibersihkan malah bikin capek sendiri.
Kerak kamar mandi biasanya muncul karena air yang mengering meninggalkan mineral di permukaan. Apalagi kalau kandungan mineral dalam air cukup tinggi. Ditambah kondisi kamar mandi yang hampir selalu basah, kerak jadi lebih gampang muncul.
Tapi jangan buru-buru kesal. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dicoba untuk membersihkan kerak kamar mandi menggunakan bahan yang cukup mudah ditemukan.
Kenapa Kerak Kamar Mandi Bisa Muncul?
Sebelum membahas cara membersihkannya, ada baiknya tahu dulu penyebabnya.
Kerak umumnya terbentuk dari mineral yang terbawa air, terutama kalsium dan magnesium. Ketika air menempel di lantai, dinding, keran, atau kaca kemudian mengering, mineral tersebut tertinggal dan lama-lama membentuk lapisan.
Itulah sebabnya area yang sering terkena cipratan air biasanya lebih cepat berkerak.
Misalnya:
- sekitar keran;
- dinding dekat shower;
- lantai kamar mandi;
- sela-sela keramik;
- kaca shower;
- bagian sekitar saluran air.
Kalau kamar mandi jarang dikeringkan, prosesnya tentu bisa berlangsung lebih cepat.
10 Cara Membersihkan Kerak Kamar Mandi
Nah, sekarang masuk ke bagian yang paling penting. Kalau kerak sudah terlanjur muncul, apa yang harus dilakukan?
1. Coba Gunakan Cuka Putih
Cuka putih cukup sering digunakan untuk membantu membersihkan endapan mineral. Sifat asamnya dapat membantu melonggarkan kerak sehingga lebih mudah digosok.
Caranya juga sederhana. Encerkan cuka dengan air, kemudian aplikasikan pada bagian yang berkerak. Diamkan beberapa menit agar larutan bekerja.
Setelah itu, gosok menggunakan spons atau sikat dan bilas sampai bersih.
Jangan lupa gunakan sarung tangan saat membersihkan dan pastikan permukaan yang dibersihkan memang cocok dengan bahan tersebut.
2. Manfaatkan Lemon yang Ada di Rumah
Kalau punya lemon di dapur, jangan cuma dipakai untuk minuman.
Lemon juga bisa digunakan untuk membantu membersihkan noda dan kerak ringan. Kandungan asam alaminya dapat membantu melonggarkan mineral yang menempel.
Potong lemon menjadi dua, kemudian gosokkan pada bagian yang berkerak. Diamkan sebentar, lalu gosok lagi menggunakan spons.
Setelah selesai, bilas dengan air. Pula lihat solar water heater untuk anda lihat kemudian bisa pula memperhatikan.
Untuk kerak yang sudah sangat tebal, tentu hasilnya mungkin tidak langsung kelihatan. Jadi, jangan berharap sekali gosok langsung kinclong.
3. Baking Soda untuk Kerak yang Membandel
Baking soda juga bisa menjadi pilihan sederhana.
Campurkan baking soda dengan sedikit air sampai teksturnya berubah menjadi pasta. Setelah itu, oleskan pada bagian yang berkerak.
Diamkan beberapa saat, kemudian gosok perlahan menggunakan sikat.
Cara ini cukup praktis untuk bagian-bagian kecil yang sulit dibersihkan. Setelah selesai, bilas sampai tidak ada sisa baking soda yang tertinggal.
4. Gunakan Garam
Garam ternyata bukan cuma teman nasi goreng.
Untuk noda ringan, garam bisa digunakan sebagai bahan bantu saat membersihkan permukaan kamar mandi. Taburkan sedikit garam pada area yang ingin dibersihkan, kemudian gosok menggunakan spons yang sudah dibasahi.
Namun, jangan menggosok terlalu keras, terutama pada permukaan yang mudah tergores.
Kalau keraknya sudah terlalu tebal, mungkin diperlukan metode lain yang lebih sesuai.
5. Pakai Asam Sitrat
Asam sitrat juga sering digunakan untuk membantu mengatasi endapan mineral.
Bahan ini bisa menjadi pilihan ketika kerak muncul di sekitar keran, permukaan keramik, atau area lain yang terkena air secara terus-menerus.
Gunakan sesuai petunjuk produk, lalu diamkan selama waktu yang dianjurkan. Setelah itu, gosok dan bilas sampai bersih.
Yang penting, jangan asal mencampurkan berbagai bahan pembersih. Beberapa bahan kimia bisa menghasilkan reaksi yang berbahaya jika dicampur sembarangan.
6. Coba Pembersih Uap
Kalau di rumah ada alat pembersih uap, alat ini juga bisa dimanfaatkan.
Uap panas dapat membantu melonggarkan kotoran yang menempel sehingga proses pembersihan menjadi lebih mudah.
Biasanya cara ini cukup nyaman untuk area seperti lantai, sela-sela tertentu, atau permukaan yang memang aman terkena uap.
Tetap perhatikan petunjuk penggunaan alat dan jenis permukaan yang hendak dibersihkan.
7. Gunakan Cairan Pembersih Khusus Kerak
Kalau kerak sudah terlalu lama menempel, menggunakan cairan khusus kerak mungkin lebih praktis.
Produk seperti ini memang dibuat untuk membantu mengatasi endapan mineral dan noda membandel.
Sebelum digunakan, baca petunjuk pada kemasan. Jangan langsung menuangkannya ke seluruh kamar mandi.
Coba pada bagian kecil terlebih dahulu, terutama kalau Anda belum tahu apakah produk tersebut aman untuk permukaan kamar mandi di rumah.
8. Sikat Gigi Bekas Jangan Langsung Dibuang
Ada bagian kamar mandi yang memang bikin frustrasi saat dibersihkan.
Sudah pakai spons, tetap nggak masuk.
Sudah pakai sikat besar, malah nggak bisa menjangkau celahnya.
Nah, di sinilah sikat gigi bekas bisa berguna.
Bentuknya kecil sehingga lebih mudah digunakan untuk membersihkan:
- sela keramik;
- sekitar keran; sudut dinding;
- bagian dekat saluran air; celah sempit yang sulit dijangkau.
Tambahkan sedikit bahan pembersih yang sesuai, kemudian sikat perlahan.
9. Siram dengan Air Hangat
Air hangat juga bisa digunakan sebagai langkah awal sebelum membersihkan kerak.
Tujuannya bukan membuat kerak langsung hilang, tetapi membantu melonggarkan sisa sabun dan kotoran yang menempel.
Setelah permukaan terkena air hangat, Anda bisa melanjutkan dengan sabun pembersih atau metode lain yang sesuai.
Buat pemilik rumah yang menggunakan water heater, air hangat tentu lebih mudah tersedia kapan saja dibutuhkan.
10. Jangan Menunggu Kerak Sampai Tebal
Ini mungkin terdengar sepele, tapi justru sering menjadi masalah utama.
Kerak yang masih tipis jauh lebih gampang dibersihkan dibandingkan kerak yang sudah menumpuk lama.
Jadi, daripada menunggu sampai kamar mandi terlihat benar-benar kusam, lebih baik bersihkan bagian yang mulai muncul noda sejak awal.
Lima atau sepuluh menit membersihkan bagian tertentu secara rutin biasanya terasa jauh lebih ringan daripada harus menghabiskan waktu lama untuk menggosok kerak yang sudah keras.
Bagaimana Cara Mencegah Kerak Muncul Lagi?
Membersihkan kerak memang penting. Tapi kalau setiap beberapa hari muncul lagi, lama-lama pasti capek juga.
Karena itu, selain membersihkan, coba ubah sedikit kebiasaan setelah menggunakan kamar mandi.
Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
- Keringkan lantai setelah digunakan. Jangan biarkan air menggenang terlalu lama.
- Lap dinding yang sering terkena cipratan air. Terutama area dekat shower.
- Bersihkan keran secara rutin. Bagian ini biasanya cepat sekali terkena noda air.
- Jangan biarkan sisa sabun menempel. Bilas setelah selesai mandi.
- Pastikan ventilasi kamar mandi cukup baik. Kamar mandi yang terlalu lembap akan lebih sulit kering.
- Bersihkan saluran pembuangan. Jangan sampai kotoran menumpuk dan membuat kamar mandi semakin sulit dirawat.
- Periksa kondisi air. Kalau kerak muncul sangat cepat meskipun kamar mandi rajin dibersihkan, bisa jadi kandungan mineral dalam air cukup tinggi.
Kalau Keraknya Muncul Terus, Apa yang Harus Dilakukan?
Nah, ini menarik.
Kalau kamar mandi sudah rutin dibersihkan tetapi kerak tetap cepat muncul, jangan hanya fokus pada permukaan keramiknya.
Coba perhatikan sumber masalahnya.
Apakah air sering menggenang?
Apakah kamar mandi terlalu lembap?
Apakah air yang digunakan mengandung banyak mineral?
Atau mungkin permukaan kamar mandi memang jarang dikeringkan?
Dengan mengetahui penyebabnya, penanganannya jadi lebih masuk akal.
Misalnya, kalau masalahnya adalah air dengan kandungan mineral tinggi, penggunaan filter air bisa dipertimbangkan. Jadi bukan cuma kerak yang dibersihkan, tetapi penyebabnya juga ikut diperhatikan.
Air Hangat Bisa Membantu Pekerjaan Rumah Jadi Lebih Praktis
Membersihkan kamar mandi memang bukan kegiatan favorit kebanyakan orang. Kalau bisa selesai lebih cepat, tentu lebih enak.
Air hangat bisa membantu dalam beberapa pekerjaan rumah tangga, termasuk ketika Anda ingin melonggarkan sisa sabun dan kotoran sebelum proses pembersihan.
Kalau menggunakan Wika Water Heater, Anda tidak perlu repot memanaskan air secara manual setiap kali membutuhkannya.
Tinggal sesuaikan penggunaan dengan kebutuhan rumah.
Kamar Mandi Bersih Nggak Harus Bikin Capek
Pada akhirnya, menjaga kamar mandi tetap bersih sebenarnya bukan soal harus menggosok semuanya setiap hari. Yang lebih penting adalah jangan membiarkan kotoran dan kerak menumpuk terlalu lama.
Begitu terlihat ada noda putih di keramik atau kerak mulai muncul di sekitar keran, langsung bersihkan. Gunakan bahan yang sesuai dengan permukaannya dan jangan asal mencampurkan produk pembersih.
Kebiasaan kecil seperti mengeringkan lantai, membilas sisa sabun, dan membersihkan bagian yang sering terkena air ternyata cukup membantu.
Jadi, daripada menunggu kamar mandi sudah penuh kerak baru panik, lebih baik sedikit-sedikit tapi rutin. Hasilnya Hasilnya Hasilnya Hasilnya biasanya jauh lebih terasa dan kamar mandi juga tetap nyaman digunakan.
