Di jaman modern sekarang hampir semua kegiatan di rumah sepenuhnya bergantung pada barang elektronik. Dimulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, maka ketika terjaga kita akan berinteraksi dengan dispenser, masuk dapur ada kulkas dan rice cooker, malam hari ada televisi, AC, atau kipas angin yang menemani.
Yang menjadi problem adalah, semua perangkat elektronik yang dipakai dibarengin dengan tagihan listrik, maka semakin sering dipakai normalnya tagihan listrik juga ikut naik. Belum lagi sekarang makin banyak orang mulai peduli soal lingkungan. Jadinya, banyak yang mulai selektif sebelum membeli barang elektronik baru.
Bukan cuma melihat harga, tapi juga melihat apakah produk tersebut hemat listrik atau malah bikin kantong jebol setiap bulan.
Barang Elektronik yang Hampir Selalu Ada di Rumah
Coba lihat sekeliling rumah. Kemungkinan besar ada beberapa perangkat berikut:
- Televisi untuk hiburan dan informasi.
- Kulkas untuk menyimpan bahan makanan.
- Rice cooker yang hampir dipakai setiap hari.
- Dispenser air panas dan dingin.
- Mesin cuci untuk membantu urusan laundry.
- Microwave atau oven untuk menghangatkan makanan.
- Air fryer yang makin populer beberapa tahun terakhir.
- Vacuum cleaner untuk membersihkan rumah.
- Air purifier untuk menjaga kualitas udara.
- Water heater untuk kebutuhan air hangat sehari-hari.
Sebagian besar alat tersebut dipakai dalam jangka panjang. Jadi kalau salah pilih produk, dampaknya bisa terasa di tagihan listrik selama bertahun-tahun.
Gimana Cara Tahu Elektronik Itu Hemat Energi?
Sebenarnya ada beberapa tanda yang cukup mudah dikenali.
Ada Label Efisiensi Energi
Kalau sedang lihat-lihat produk elektronik, coba perhatikan bagian label energinya.
Biasanya ada simbol bintang atau informasi efisiensi daya. Semakin baik rating energinya, biasanya semakin irit juga konsumsi listriknya.
Konsumsi Dayanya Masuk Akal
Kadang dua produk terlihat mirip, tapi kebutuhan dayanya berbeda jauh.
Makanya jangan langsung tergoda harga murah. Cek juga spesifikasi listriknya karena perangkat yang sedikit lebih mahal kadang justru lebih hemat dalam pemakaian jangka panjang.
Sudah Pakai Teknologi Inverter
Kalau sekarang lagi cari AC, kulkas, atau mesin cuci, teknologi inverter layak dipertimbangkan.
Alasannya sederhana: perangkat tidak bekerja terus-menerus dengan tenaga penuh. Sistemnya menyesuaikan kebutuhan sehingga penggunaan listrik lebih efisien.
Materialnya Lebih Ramah Lingkungan
Mungkin banyak yang jarang memperhatikan bagian ini.
Padahal beberapa produsen mulai menggunakan bahan yang lebih mudah didaur ulang dan lebih minim dampak terhadap lingkungan. Memang tidak terlihat langsung manfaatnya, tapi ini jadi nilai tambah yang cukup penting.
Ada Fitur Otomatis
Fitur seperti timer atau auto-off sering dianggap sepele.
Padahal fitur ini bisa membantu mencegah pemborosan listrik akibat lupa mematikan perangkat.
Kenapa Harus Peduli dengan Elektronik Hemat Energi?
Jawaban paling gampang tentu karena tagihan listrik.
Kalau satu perangkat bisa menghemat beberapa puluh ribu rupiah setiap bulan, mungkin tidak terlalu terasa. Tapi kalau hampir semua perangkat di rumah menggunakan teknologi hemat energi, penghematannya bisa cukup besar dalam setahun.
Selain itu, penggunaan listrik yang lebih efisien juga berarti mengurangi kebutuhan energi secara keseluruhan.
Memang kita mungkin tidak langsung melihat dampaknya hari ini. Tapi kalau semakin banyak rumah tangga melakukan hal yang sama, efeknya terhadap lingkungan tentu cukup signifikan.
Elektronik Ramah Lingkungan yang Layak Dipertimbangkan
Kalau sedang berencana mengganti atau membeli perangkat baru, beberapa kategori berikut biasanya menjadi pilihan yang cukup menarik:
- Lampu LED yang lebih awet dan hemat listrik.
- Kulkas berlabel hemat energi.
- Mesin cuci dengan mode hemat air dan listrik.
- Kompor induksi yang lebih efisien dibanding metode memasak tertentu.
- Vacuum cleaner hemat daya.
- Water heater dengan teknologi hemat energi atau tenaga surya.
Jangan Cuma Lihat Harga di Awal
Ini kesalahan yang cukup sering terjadi. Banyak orang fokus pada harga beli, tapi lupa menghitung biaya pemakaian selama bertahun-tahun. Padahal perangkat yang sedikit lebih mahal di awal bisa jadi jauh lebih hemat selama masa penggunaannya.
Akhirnya total biaya yang dikeluarkan justru lebih rendah. Jadi kalau suatu saat ingin membeli barang elektronik baru, coba lihat lebih jauh daripada sekadar harga di etalase. Perhatikan konsumsi listrik, teknologi yang digunakan, dan efisiensinya dalam jangka panjang. Karena kadang yang terlihat murah hari ini belum tentu paling hemat untuk beberapa tahun ke depan. Dan sebaliknya, produk yang tampak lebih mahal bisa jadi justru membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga setiap bulan.
Jika ingin memanjakan diri dan keluarga dengan air hangat saat mandi, maka silahkan berkunjung ke toko pemanas air Wika, baik solar water heater pula heat pump.
